Jambi kirim 10 pemandu lokal belajar di Gunung Rinjani


Danau Segara Anak - Rinjani - Lombok

Danau Segara Anak, Gunung Rinjani

Jambi (ANTARA News) – Sebanyak 10 orang pemandu wisata petualangan dan pendakian gunung dari berbagai daerah di Provinsi Jambi dikirim ke Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk mengikuti program magang dan studi komparasi pemanduan di Gunung Rinjani.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Guntur di Jambi, Kamis menjelaskan, pihaknya mengirim 10 pemandu lokal Jambi untuk belajar pemanduan profesional ke Gunung Rinjani untuk meningkatkan kompetensi pemandu dalam pemanduan pendakian Gunung Kerinci di Kabupaten Kerinci.

Program magang atau studi komparasi tersebut digelar selama sepekan dari 28-31 Oktober di Lombok-Gunung Rinjani meliputi pelatihan teoritis dan praktek pemanduan secara langsung di lapangan berupa pendakian Gunung Rinjani.

“Selain melakukan diskusi dan pelatihan secara teoritis dari pelaku kepariwisataaan pendakian Gunung Rinjani, para pemandu peserta program ini juga mengikuti praktek pemanduan langsung di lapangan berupa pendakian ke Gunung Rinjani,” katanya.

Tujuannya agar mereka bisa mengamati dan merasakan secara langsung prinsip dan model pemanduan profesional dan modern terhadap para wisatawan pendaki.

Dipilihnya Gunung Rinjani sebagai lokasi pelatihan atau magang tersebut, tambah dia, dikarenakan gunung tersebut selama ini telah dikenal sebagai salah satu gunung primadona bagi para wisatawan minat khusus dengan fakta terus meningkatnya jumlah wisatawan yang melakukan pendakian di Gunung Rinjani.

Selain itu, model pengembangan pariwisata di Gunung Rinjani juga memiliki kesamaan tipe dan model dengan konsep pengembangan wisata Gunung Kerinci, yakni sama-sama berkonsep mengembangkan eko-wisata dan agro wisata.

“Saat ini pendakian Gunung Rinjani telah tercatat menembus angka 15 ribu wisatawan pertahun dengan omset pemasukan bagi masyarakat dan PAD Pemda setempat mencapai miliaran rupiah,” kata Guntur.

Bahkan warga setempat saat ini hidup dan berkembang melalui wisata pendakian gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia tersebut setelah gunung Kerinci.

Para pemandu peserta program yang dikiirim tersebut berasal dari berbagai komunitas pemanduan dan peminat pengembangan eko wisata lainnya seperti dari pemandu dan porter Gunung Kerinci dan Gunung Tujuh, Komunitas Bird Watching Sungaipenuh, TIGRA Jambi, pemandu Hutan Adat Guguk, Pemandu Gunung Raya dan Danau Kaco, pemandu arung jeram Geopark Merangin dan pemandu Candi Muarojambi.

Sementara itu, Rapani, salah seorang peserta yang merupakan pemandu pendakian Gunung Kerinci mengaku program magang singkat yang dilakukan Disbudpar tersebut memberikan banyak pengetahuan dan pengalaman baru sehingga dapat memotivasi dirinya dan rekan-rekannya guna mengembangkan wisata pendakian Gunung Kerinci yang saat ini semakin meningkat.

“Program ini sangat berarti dalam memotivasi kita mengembangkan wisata pendakian Gunung Kerinci ke depannya, pengelolaan pendakian Rinjani memang luar biasa terutama pelayanan terhadap wisatawan sehingga tingkat pendakian di gunung tersebut bisa mencapai 15 ribu pertahun. Ini yang kita ambil dan akan kita kembangkan di Kerinci,” kata Rapani.

Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s