Jerman Dukung Pengembangan ‘Ecotourism’ di Lombok


_MG_7899 for Andy's Blog

Jakarta,  Dalam rangka mengembangkan destinasi pariwisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berkelanjutan serta perduli terhadap lingkungan (Ecotourism) Kementerian Periwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekaf) mendapat dukungan dari Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman melalui Regional Economic Development (RED).

Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekaf, Firmansyah Rahim mengungkapkan, dukungan dari RED tersebut memiliki makna penting dan strategis dalam mewujudkan upaya pengembangan destinasi pariwisata yang berkelanjutan dan hijau di Pulau Lombok. Sebelumnya daerah ini masuk dalam program Tata Kelola Destinasi Pariwisata Rinjani.

“Adanya dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan, serta memberikan pilihan variasi terhadap objek wisata yang ada di sana,” kata Firmansyah di Jakarta Kamis.

Ia menambahakan, pihaknya memiliki arah dan strategi pembangunan kepariwisataan nasional untuk meningkatkan daya saing melalui pengembangan destinasi berkelanjutan sesuai dengan amanat Undang Undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Sedangkan pemilihan Lombok tersebut, dilatarbelakangi karena NTB dianggap sebagai lokasi proyek didasarkan pada visi menjadikan Lombok sebagai percontohan destinasi rendah karbon dan juga kesesuaian dengan kebijakan pembangunan nasional.

Selain itu, kata Firmasyah, Lombok ditetapkan dalam Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia di koridor V dengan fokusnya salah satunya adalah Kepariwisataan.

“Koridor Pengembangan Ekonomi Daerah Bappenas menempatkan Lombok sebagai daerah pengembangan ekonomi lokal berbasis pariwisata dan industri kreatif seperti mutiara, gerabah, tenun dan kerajinan makanan olahan rumput laut,” katanya.

Sementara itu, Principal Advisor program RED, Frank Bertelmann, mengatakan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Jerman berupa pelatihan pengembangan Pariwisata Berkelanjutan dan Hijau, pelatihan pengembangan ekonomi daerah, pelatihan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Skema kerjasama yang kita berikan ini berbentuk hibah peningkatan kapasitas yang dilakukan sampai dengan Desember 2014 dengan nilai keseluruhan mencapai 3,250 juta euro,” katanya.

Dipaparkan oleh Frank penyusunan pelatihan komponen pengembangan Pariwisata ini berdasarkan hasil studi baseline dan konsultasi dengan pemangku kepentingan (stakeholder), peningkatan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang pariwisata berkelanjutan dan hijau, serta pengintegrasian UMKM pada pengembangan pariwisata berkelanjutan dan perduli terhadap lingkungan.

source: Analisa Daily

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s