Cerita Sawung Jabo di Lombok


JAKARTA, KOMPAS.com — Belum sempat jalan-jalan di Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pemusik Sawung Jabo (62) sudah disuguhi musik tradisi dari para karyawan Taman Budaya NTB, akhir pekan lalu. Para pemain musik itu sedang berlatih menabuh seperangkat instrumen gamelan sasak.

Sejak  1990, saat datang bersama Iwan Fals, Sawung Jabo lebih banyak berkutat di obyek wisata Senggigi dan Gili Trawangan. Dia juga belum bisa melenggang keliling Mataram dalam kedatangannya kali ini meski sudah mendapat kesan baik saat nguping staf karyawan Taman Budaya Nusa Tenggara Barat (NTB) berlatih gamelan.

“Saya baru keluar dari kamar. Saya dengar gendingnya bermutu, tidak tegang, tidak cari-cari perhatian dan khusyuk yang terpenting dalam berkesenian,” kata Sawung Jabo.

Kedatangannya dengan awak Sirkus Barok-nya untuk menjadi bintang tamu bersama pemusik Balawan dalam pergelaran Musik Kreatif, akhir pekan lalu, dimulai pukul 13.00 hingga pukul 00.00.

Khusyuk diartikannya juga bahwa berkesenian adalah pilihan hidup. Konsekuensinya, ada atau tidak ada undangan konser, seniman tetap berkreasi. Bahkan, dalam keterbatasan sarana dan fasilitas, seniman harus bisa mengolah keterbatasan menjadi tidak ada batasnya. ”Bagi saya, berkesenian tetap saya lakukan sampai jantung berhenti berdetak,” ucapnya. (RUL)

Kompas.Com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s