Debat kandidat Gubernur NTB di MetroTV terancam batal


Mataram. Eskalasi politik jelang Pemilukada di level provinsi, Lombok Timur dan Bima semakin memanas. Sejumlah peristiwa yang dapat mengganggu stabilitas keamanan pun terjadi.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB mempertimbangkan pelaksanaan debat kandidat cagub/cawagub yang rencananya akan digelar Selasa (7/5). Ketua KPUD NTB Fauzan Khalid mengatakan sudah memperoleh surat dari kepolisian berisi mengenai adanya
pertimbangan keamanan terkait pelaksanaan debat tersebut.

Dan KPUD NTB sudah mengirim salah satu komisioner untuk membicarakan persoalan ini dengan pihak stasiun swasta yang akan menayangkan debat kandidat tersebut ke Jakarta. Khususnya terkait dengan adanya ikatan kontrak antara stasiun televisi tersebut yang sudah diteken KPUD NTB.

Tidak hanya itu KPU NTB juga akan mengundang seluruh Tim pemenangan masing masing pasangan Cagub/Cawagub untuk membahas persoalan ini. Dengan duduk bersama diharapkan tidak ada silang pendapat terkait rencana pembatalan debat kandidat cagub/Cawagub tahap dua ini.

Sinyal meniadakan debat juga datang dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri NTB H. Nasibun, saat dikonfirmasi wartawan kemarin. “Debat kemarin saja, menuai anggapan anggapan lain dari masyarakat,” ungkapnya.

Soal kepastian penyelenggaraan debat kandidat kedua, kata Nasibun, bukan wewenang dari Bakesbangpoldagri. Gawe tersebut merupakan ranah KPU NTB. Hal yang bisa dilakukan selaku pemerintah adalah meminimalisasi dampak dan memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait konten debat kandidat.

Diakui peningkatan eskalasi politik jelang Pemilukada gubernur wakil gubernur,Bupati/wakil Bupati Lombok Timur dan walikota/wakil walikota Bima semakin mengkhawatirkan salah satunya diindikasikan dengan berbagai kejadian di sejumlah daerah. Kata Nasibun, gesekan paska debat kandidat pertama dirasakan di kalangan akar rumput. Dikhawatirkan potensi gesekan ini meluas hingga proses pemilihan dan Bakesbangpoldagri akan segera berkoordinasi dengan TNI Polri, unsur komunitas intelijen daerah, KPU NTB, Bawaslu NTB dan KPI NTB sebelum debat kedua digelar. Semua pihak terus berupaya meminimalisasi konflik dengan cara menetralisasi anggapan anggapan masyarakat di tingkat bawah bebernya. Nasibun mencatat sejak awal sudah ada indikasi gangguan keamanan pada tahapan kampanye Pemilukada sehingga perlu mendapatkan treatment yang memadai.

Sumber: Lombok Post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s