Penyidik Gelar Perkara Dugaan Penyimpangan Terminal Haji BIL


http://www.suarantb.com/2012/02/29/wilayah/Mataram/detil4.html

Mataram (Suara NTB)
Penyelidikan kasus terminal haji Bandara Internasional Lombok (BIL) menunjukkan perkembangan. Setelah Polda NTB meminta keterangan tiga orang yang berperan penting para proyek itu, penyidik rehat untuk melakukan gelar perkara. Gelar perkara dimaksudkan untuk mengkaji keterangan para saksi sebelumnya, juga untuk menentukan langkah lanjutan.

Dalam keterangan persnya Selasa (28/2) kemarin, Kabid Humas Polda NTB, AKBP Drs. Sukarman Husein, menyebut gelar perkara oleh internal penyidik Sat Reskrim Polres Lombok Tengah (Loteng). Gelar perkara dimaksudkan untuk menentukan langkah berikutnya, terkait dengan kebutuhan penyidik untuk memanggil saksi lainnya. Selain itu untuk menentukan hal – hal yang menjadi kekurangan dalam penyidikan.

Sukarman memastikan, kasus ini belum bisa ditingkatkan statusnya ke penyidikan. Begitupun setelah gelar perkara dilakukan. “Gelar perkara ini untuk menentukan siapa yang akan dipanggil berikutnya. Selain itu, untuk memastikan apa saja dokumen yang dibutuhkan melengkapi penyelidikan kasus ini,” terang Kabid Humas.

Mengenai siapa yang akan dipanggil, diakuinya belum ditentukan oleh penyidik. Namun dari gambaran yang disampaikan sebelumnya, Kabid Humas mengulas, salah satu yang akan dipanggil adalah Kadiskominfo NTB, Ridwan Syah dalam kapasitasnya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). ‘’Tentu saja, pak Kepala Dinas juga akan dipanggil. Tapi penentuan waktunya, besok (hari ini, red) oleh penyidik,’’ jelasnya.

Selain Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Ridwan Syah, akan dipanggil juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ir Nizarwansjah, yang juga menjabat Kepala Bidang Perhubungan Udara, Dishubkominfo NTB. Dua pihak lainnya yang akan dimintai keterangan, yakni konsultan perencana PT Adi Cipta dan Konsultan pengawas PT Gumi Adimira, atau disebut sebagai tim leader . Selain itu, lima orang panitia pengadaan barang dan jasa juga akan dipanggil. Bendahara pengeluaran, RA Kusuma Dewi juga masuk dalam daftar panggilan oleh penyidik. Karena dalam dokumen proyek, ada kebijakan pembayaran terhadap rekanan PT. SKA oleh bendahara, sebanyak empat termin.

“Nanti secara bertahap, mereka akan kami panggil. Tapi sekali lagi soal jadwal, nanti kami informasikan, karena penyidik yang menentukan,” sambungnya. Juga soal lokasi pemeriksaan, ditentukan penyidik, namun diperkirakannya akan tetap berlangsung di Polda NTB untuk memudahkan jalannya penyelidikan.

Sementara ini, dalam kasus tersebut masih mengedepankan kinerja Sat Reskrim Polres Loteng. Pihaknya masih sebagai pengawas penyidik (wasdik). “Penyidik Polres Loteng yang bekerja dulu. Kami hanya mengawasi, kalau memang ada kendala, kami akan turun tangan,” tandasnya. (her)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s