SUARA NTB – PENGEMBAN PENGAMAL PANCASILA


Beli 7 Persen Saham Newmont
PTNNT Telah Tandatangani Kesepakatan dengan Pemerintah

Mataram (Suara NTB)-
Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardoyo mengatakan, pemerintah pusat dengan PT Newmont Nusa Tengara (NNT)  telah menyepakati pembelian 7pesen saham Newmont pada 18 April 2011.  Keinginan pemerintah pusat untuk masuk ke Newmont ada beberapa tujuan. Selain mengincar posisi komisaris, juga untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance (GCG)) serta mendorong Newmont untuk segera melantai di pasar modal Indonesia.

Menanggapi pernyataan Menkeu bahwa pemerintah telah menandatangi kesepakatan dengan Newmont tak dibantah PTNNT. Manager Public Relation PTNNT, H.Kasan Mulyono  yang dikonfirmasi Suara NTB via email, Minggu (24/4) kemarin menjelaskan, pemegang saham asing PTNNT telah menandatangani kesepakatan  untuk menyelesaikan pembelian saham tersebut. ‘’Mengacu pada surat Menkeu yang meminta PTNNT berkoordinasi dengan PIP (Pusat Investasi Pemerintah) sebagai pihak yang mewakili Pemerintah Indonesia untuk membeli sisa saham divestasi 7 persen untuk kewajiban 2010, pemegang saham asing PTNNT telah menandatangani kesepakatan untuk menyelesaikan pembelian saham tersebut,’’ jelas Kasan singkat.

Sementara itu, DPR diminta untuk mencegah pemerintah yang ingin membeli divestasi saham PTNNT sebesar 7 persen. Pasalnya, anggaran yang diambil pemerintah untuk membeli divestasi saham PT NTT berasal dari dana PIP, tidak ada dalam pos APBN.

“Pemerintah tidak bisa secara sepihak menggunakan segala cara untuk mewujudkan keinginannya. DPR harus bertindak tegas dengan menolak rencana divestasi saham PT NNT oleh pemerintah pusat,” kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Berry Nahdian Forqan, di Jakarta, Sabtu (23/4).

Berry menambahkan, pos anggaran PIP yang akan digunakan untuk pembelian saham PT NNT itu pun berpotensi dapat menimbulkan ketidaktransparanan dalam penyalurannya.

Menurut dia, keinginan pemerintah untuk membeli saham PTNTT sebagaimana yang disampaikan oleh Menkeu akan mengurangi hak pemerintah daerah dalam divestasi saham PT Newmont. ‘’Saya sepakat, divestasi saham itu diberikan kepada Pemda (Pemerintah Daerah). Jika saham divestasi diberikan kepada Pemda, upaya penguatan kapasitas daerah bisa berjalan secara optimal. Bisa mendorong upaya peningkatan perekonomian lokal,” katanya.

Berry menambahkan, semangat memperkuat kapasitas daerah jauh lebih baik ketimbang mengikuti keinginan pemerintah pusat untuk membeli saham perusahaan tambang tersebut.

Sebelumnya, Menkeu menegaskan, pemerintah tetap akan membeli sisa saham divestasi PT NNT sebesar 7 persen. Dana untuk pembelian itu akan diambil dari dana PIP

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII Effendy Simbolon menyatakan, pemerintah pusat harus konsisten dengan keputusan awal untuk tidak mengambil saham Newmont.

Berry mengingatkan, sudah banyak preseden buruk terkait penyalahgunaan kewenangan hukum ketatanegaraan terkait penyelenggaraan keuangan negara yang sudah dilanggar dalam kasus-kasus divestasi saham semacam itu.’’Tentunya, organisasi masyarakat sipil tidak akan tinggal diam dan menyuarakan pendapat secara keras terhadap persoalan pelanggaran itu,” katanya.

Sebagai catatan, dasar hukum PIP mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 1/2008 tentang Investasi Pemerintah dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 52/PMK.01/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Investasi Pemerintah, PIP atau Indonesia Investment Agency (IIA). Permenkeu itu diteken pada masa Sri Mulyani, pada 16 Mei 2007 yang bersemangatkan investasi pada pembangunan infrastruktur. (ant/Bali Post/049)

sumber: SUARA NTB – PENGEMBAN PENGAMAL PANCASILA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s