Media Indonesia – Pembelian Saham Newmont Menkeu Didesak Transparan


Media Indonesia – Pembelian Saham Newmont Menkeu Didesak Transparan.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Harry Azhar Azis mengharapkan Menteri Keuangan Agus Martowardoyo tidak membohongi publik terkait pembelian 7 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT).

Keinginan pemerintah pusat membeli sisa 7 persen saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) dianggap memunculkan kejanggalan. Itu terkait jatuh tempo saham divestasi 3% pada 2006 silam, pemerintah tidak mau mengambil kesempatan itu. “Tapi, ternyata di balik itu, pemerintah melayangkan gugatan arbitrase internasional,” ungkap Harry Azhar di Jakarta, Sabtu (23/4).

Politisi Fraksi Partai Golkar itu juga menduga, argumentasi yang diutarakan pemerintah melalui rilis Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Hadiyanto, baru-baru ini, bahwa putusan itu demi membangun tata kelola serta pengawasan pertambangan adalah omong kosong belaka. “Model pengawasan serta tata kelola yang seperti apa dengan kepemilikan saham hanya sebesar tujuh persen,” kata dia.

Kejanggalan lain, lanjut Harry, yakni sumber dana pembelian saham divestasi perusahaan pertambangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) itu dialokasikan dari dana Pusat Investasi Pemerintah (PIP). “Itu sama halnya dengan melanggar karena tak satu pun klausul amanat pembentukan PIP yang menyebutkan bahwa lembaga itu dibolehkan membiayai divestasi saham perusahaan tambang,” papar dia.

Sebagai catatan, PIP mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 1/2008 tentang Investasi Pemerintah dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 52/PMK.01/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Investasi Pemerintah, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) atau Indonesia Investment Agency (IIA).

Sebelumnya, Komisi VII (Pertambangan) DPR pada awal April lalu telah bersikap, Pemda khususnya pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat yang harus mendapat saham Newmont. Wakil Ketua Komisi VII Effendy Simbolon menyatakan, waktu itu pemerintah pusat harus konsisten dengan keputusan awal untuk tidak mengambil saham Newmont.

Sebagai catatan, PIP mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 1/2008 tentang Investasi Pemerintah dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 52/PMK.01/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Investasi Pemerintah, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) atau Indonesia Investment Agency (IIA).

Diwawancarai terpisah, Wakil Direktur ReforMiner Institute, Komaidi menyatakan, pemerintah pusat tidak bisa dengan begitu saja mengambil alih proses pembelian saham divestasi Newmont. Hal itu terkait dengan UU Nomor 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. “Jika pemerintah pusat jadi mengambil alih saham divestasi Newmont, tetap saja ada porsi yang harus diberikan kepada daerah. Sebab itu menjadi hak bagi daerah sesuai Undang-Undang,” cetusnya.

Dia berharap, Menkeu Agus Martowardojo menjelaskan secara transparan manfaat pembelian tujuh persen saham divestasi NNT atau setara harga penawaran US$271,6 juta. “Menkeu mesti membeberkan argumentasi secara jelas agar tidak memicu kecurigaan. Yang pasti, proses divestasi itu tidak boleh menabrak kontrak yang ada,” jelasnya lagi.

Sebelumnya, Menkeu Agus Martowardojo, Rabu (20/4) menyatakan, “Kita akan menyampaikan bahwa pemda sudah punya 24% (saham Newmont), yang 7% ini akan dimiliki pusat, dan pemerintah pusat itu adalah sepenuhnya pusat. Tidak bekerja sama dengan pihak mana-mana, kita harapkan semua pihak bisa memahami dan dukung ini dengan positif.”

Masuknya pemerintah pusat ke Newmont, menurut Agus, agar pusat dapat ikut mengawasi tata kelola perusahaan pertambangan besar tersebut agar tidak melanggar kontrak karya dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan nasional. Sedangkan penggunaan dana PIP dianggap sebagai hal yang wajar dan tidak melanggar aturan. (*/OL-2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s