Belanja Infrastruktur Dianggap Berimbang


Mataram (Suara NTB) –
Belanja yang dikeluarkan Pemprov NTB di sektor infrastruktur dalam APBD 2011 dianggap sudah cukup berimbang. Ini sejalan dengan adanya pembagian persentase anggaran yang dipilah dalam porsi 60 berbanding 40 untuk Pulau Sumbawa dan Lombok.

“Kami memberikan apresiasi kepada eksekutif karena tahun ini kita bisa memiliki anggaran infrastruktur yang berimbang,” ujar Anggota DPRD NTB asal Bima, H. Supardi, SH, M.Si, kepada Suara NTB, Selasa (28/12) kemarin. Menurut Supardi, belanja daerah yang berimbang antara Pulau Sumbawa dan Lombok ini akan memupus kesan adanya diskriminasi dalam pembangunan daerah.

“Bahkan, justru di tahun 2013 nanti seluruh jalan (provins) di Pulau Sumbawa sudah bisa dalam kondisi baik,” tandasnya. Menurut Supardi, peningkatan porsi anggaran untuk pembangunan infrastruktur, khususnya jalan ini beriringan dengan ditetapkannya raperda percepatan pembangunan infrastruktur jalan daerah oleh DPRD NTB baru – baru ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTB, Ir. Dwi Sugiyanto, MM menyebutkan bahwa anggaran di bidang infrastruktur, terutama jalan, meningkat dari sekitar Rp 60  miliar pada tahun 2010 menjadi sekitar Rp 180 miliar tahun 2011. “Namun di sini masih didominasi peningkatan jalan dan berkala,” ujarnya. Menurut Dwi, peningkatan dalam belanja infrastruktur itu ditempuh dalam rangka percepatan infrastruktur yang memang menjadi salah satu program terobosan Pemprov NTB.

Dengan anggaran yang ada, yang mampu ditangani sekarang ini hanya sekitar 100 km lebih. Dana yang dimiliki nantinya akan digunakan untuk melakukan perbaikan secara proporsional di Pulau Lombok dan Sumbawa. “Sesuai dengan ruas dan panjang jalan, di Sumbawa 60 persen, Lombok 40 persen. Di Sumbawa kita butuh aksesibilitas, kalau di Lombok mobilitas. Ini untuk mendorong perekonomian di dalam daerah,” tandasnya.

Dwi mengakui dengan anggaran yang meningkat tiga kali lipat itupun, masih menyisakan sejumlah persoalan. Memang, ujarnya, saat ini masih dirasakan kekurangan anggaran untuk pemeliharaan jalan yang sudah mantap. Karena, ujar Dwi, untuk mempertahankan tingkat pelayanan masyarakat, jalan provinsi yang sudah berada dalam kondisi mantap, yang panjangnya kurang lebih 660 kilometer itu harus dilakukan pemeliharaan kontinyu dan rutin. “Di situ yang alokasinya anggarannya nampaknya masih kurang,” imbuh Dwi.

Meski demikian, Dinas Pekerjaan Umum juga tampaknya masih harus berpikir soal masih tingginya jumlah jalan yang mengalami rusak berat dan sedang. Dwi mengungkapkan, saat ini kondisi jalan provinsi NTB yang berada dalam kondisi rusak berat dan sedang saat ini masih sekitar 1.180 km lebih. (aan)

Source: http://www.suarantb.com/2010/12/29/Sosial/detil1%205.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s